Home / Jepang Bangga Dengan Sepak Bola Lolos Piala Dunia

Jepang Bangga Dengan Sepak Bola Lolos Piala Dunia

Jepang Bangga Dengan Sepak Bola Lolos Piala Dunia – Piala Dunia senantiasa memikat mata serta hati kita. Terkecuali bikin orang menyatu padu, Piala Dunia bikin dunia tertuju kepadanya. Perhelatan sepakbola terakbar didunia itu jadi arena paling bergengsi. Sepakbola dapat jadi kebanggaan sendiri untuk negara-negara didunia ini. Ia tidak hanya pertaruhan di lapangan, namun juga diluar lapangan.

Dalam garis spesifik, ia meluluhlantakkan batas teritorial juga. Seseorang fans pemain sepakbola, belumlah pasti fans tim negara yang berlaga, atau demikian sebaliknya. Di Piala Dunia, tidak hanya pertaruhan harga diri negara, namun juga supporter, semangat, serta tindakan beberapa pendukung jadi sorotan dunia.

Di persaingan perebutan menuju perempat final contohnya, kita disajikan fenomena unik sekaligus juga berlebihan. Seseorang pendukung Messi bunuh diri waktu melihat tim Argentina kalah. Ia belumlah sudah sempat melihat Argentina maju ke sesi selanjutnya, walau mesti tersingkir serta tidak masuk perempat final. Argentina mesti terima kekalahan melawan Prancis dengan selisih tidak tebal 4-3.

Bunuh diri dari seseorang warga India itu jadi momen yang menerobos batas-batas negara. Sepakbola menerobos batas-batas itu. Kekaguman serta decak seseorang fans dapat demikian dramatis. Fenomena itu bikin kita maka mahfum, sepakbola seperti mendekatkan demikian jauh jarak. Ia dapat menempelkan keduanya pada sebuah ruangan bernama stadion.

Terkecuali tindakan dari fans yang demikian berlebihan, kita juga disajikan begitu arena Piala Dunia jadi pertaruhan sengit pada harga diri tuan rumah serta harga diri negara. Rusia terkecuali menyongsong warga dari seantero dunia dengan baik, Vladimir Putin juga tunjukkan jadi tuan rumah yang profesional serta ramah untuk dunia. Rusia juga ditantang untuk laju ke perempat final. Jadi tuan rumah, pasti Rusia tidak ingin memikul malu untuk ” pulang ” duluan. Serta, hingga saat ini, Rusia tetap menunjukkan tekadnya dari semangat supporter serta pemainnya.

Ujian Kelebihan Bangsa

George Orwell sempat menulis perkara sepakbola ini dalam suatu esainya : Di level internasional, berolahraga yaitu cerminan peperangan. Namun, hal yang paling bermakna tidaklah tingkah laku pemain, tetapi sikap pemirsa. Serta, terkecuali sikap pemirsa, sikap bangsa yang menjerit-jerit kegirangan cuma lantaran kontes berolahraga yang, jujur saja, absurd, serta betul-betul meyakini –selama sekian waktu, paling tidak– kalau berlari-lari, melompat-lompat, serta menendang bola kesana kemari yaitu suatu ujian untuk kelebihan bangsa.

Apa yang ” tak (dapat) di terima ” untuk Orwell, masih berjalan hingga saat ini. Piala Dunia bakal memberi ujian di lapangan ataupun luar lapangan. Teriakan supporter, gengsi suatu bangsa, serta pertaruhan menang atau kalah berada di sana. Kita dapat turut menangis saat Messi tertunduk, serta beberapa ribu supporter Argentina di belahan dunia mana juga pada sebuah waktu menundukkan kepala untuk kekalahan Argentina.

Apa yang dihadapi oleh Argentina juga dihadapi oleh Jerman yang perlu bertekuk lutut pada Korea Selatan, hanya satu negara Asia yang dapat menaklukkan juara bertahan di Piala Dunia th. ini. Pasti ini jadi seperti kebanggaan sendiri untuk negara Asia melawan club besar Eropa. Kita ketahui, pelatih ataupun pemain, terutama pemirsa German jadi sangatlah sedih saat mesti melihat tim yang paling disayangi mereka tidak berhasil serta kalah.

Namun, ada yang menarik di arena Piala Dunia th. ini. Walau kalah serta tidak berhasil maju di perempat final, Jepang serta Senegal berbarengan bersihkan stadion. Beberapa supporter serta beberapa pemain tunjukkan negara mereka walau kalah, masih melindungi etos serta kebiasaan di negara mereka. Jepang serta Senegal tidak meninggalkan sampah, serta bikin ruangan ubah serta stadion bersih seperti awal mulanya.

Fenomena ini jadi sorotan serta viral di sosial media, serta gencar di kabar berita internasional. Jepang sampai kini memanglah di kenal jadi negara dengan etos yang tinggi dalam kerja. Diluar itu, Jepang sendiri dikenal juga jadi negara yang bersih serta pintar mengelola sampah. Mereka dikenal juga jadi negara yang memberikan mulai sejak awal perkara kebersihan.

Apa yang dikerjakan oleh Jepang serta Senegal pasti makin memberikan keyakinan mereka kalau mereka sebetulnya juara diluar lapangan juga. Untuk Senegal, piala dunia kesempatan ini walau belumlah membawa mereka ke perempat final, mereka menunjukkan bukanlah tim yang sepele temeh di benua Afrika. Mereka dapat menunjukkan di lapangan kalau negara Afrika juga dapat bermain bola dengan cantik serta sportif. Yang paling mengharukan pasti lihat beberapa supporter serta pemirsa Jepang memungut sampah sambil meneteskan air mata. Walau kalah, mereka tak meninggalkan etos serta budaya mereka menyukai kebersihan.

Apa yang dikerjakan oleh Jepang di Piala Dunia ini yaitu sisi dari kebiasaan yang di bangun bertahun-tahun bahkan juga beberapa ribu th. untuk membuat ciri-ciri negara yang kuat serta berbudaya. Kita, Indonesia, dapat belajar dari sikap Jepang ini, jadi modal atau bekal untuk mencanangkan diri jadi tim ataupun supporter yang beradab. Serta, hal semacam ini pasti membutuhkan sistem yang cukup panjang.

About admin