Menelanjangi Diri Sendiri Jika Curhat Di Media Sosial

Jakarta Semakin hari makin ramai emak-emak sharing problem pernikahan di sosial media. Paling ramai yaitu video wanita dengan alis tidak tipis serta bulu mata yang cetar membahana. Ia sharing suaminya tidak sempat ngajak dia pergi berjalan-jalan, termasuk juga ke mini market dekat tempat tinggal.

“Wayah gini. . . Kita telah rapi, udeh menor, alis dilempeng-lempengin, bibir dimerah-merahin. Ajak kemana kek ini kita ya bang. Ya Allah. . begini sangat, ya. Saban hari setiap hari megangi penggorengan, pegangin panci, belum juga mengurusin anak. Ya Allah, Bang. . . Ajak kita ini yang telah cakep pergi ke mall. Et dah bang. Bagaimana sich ini, ya. Nguplek bae ini dirumah. Ya Allah. . . , ” lebih kurang itu isi curhatan emak-emak itu.

Video emak-emak yang telah dandan maksimum itu segera memperoleh respon ramai dari warganet. Mulai sejak di-share pertama di account Instagram @smart. gr, video ini telah dilihat lebih dari 30 ribu orang serta disikapi lebih dari 3 ribu komentar.

Mulai sejak video itu viral, ada emak-emak beda yang berperilaku sama. Temanya tidak jauh lain, bimbang karna tidak sering dibelai oleh suami. Telah tampak cantik, tapi tidak sering ditengokin. Eh, suaminya jadi asik memancing, main handphone, serta main sepeda.

Menurut psikolog klinis, Astrid Wen, M. Psi, mengumbar problem pernikahan ke sosial media dapat beresiko jelek. Aib keluarga yang semestinya disimpan rapat-rapat, terkuak serta jadi pergunjingan beberapa orang. Inikah namanya menelanjangi sendiri, tanpa ada diakui?

” Buka problem pribadi didunia maya, terutama dengan pasangan, berisiko juga akan kurangi keintiman dengan pasangan. Karna yang awalannya dikonsumsi berdua, eksklusif, atau cuma dibagi di kelompok komune spesifik, saat ini jadikan mengkonsumsi umum, ” terang Astrid waktu dihubungi