Home / PDIP Menjelaskan Pembantu Presiden Harus Kompeten Serta Bisa Jadi Super Team

PDIP Menjelaskan Pembantu Presiden Harus Kompeten Serta Bisa Jadi Super Team

PDIP Menjelaskan Pembantu Presiden Harus Kompeten Serta Bisa Jadi Super Team – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepakat saran pembentukan kabinet zaken bila calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) dipilih di periode 2019-2024. PDIP menjelaskan beberapa pembantu presiden harus kompeten serta dapat bekerja bersama secara baik.

“Jika kabinet zaken disimpulkan jadi kabinet yang di isi beberapa pakar, beberapa orang dengan kompetensi yang tinggi, pasti sepakat. Baiknya memang beberapa orang yang duduk ialah beberapa orang yang kompeten serta bisa kerja jadi “super-team” yang efisien,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno pada wartawan, Sabtu (11/5/2019).

Hendrawan lalu bicara asal mula arti kabinet zaken. Menurutnya, kabinet itu ada jadi pembeda atas kabinet yang di isi oleh profil menteri yang tidak jelas.

“Arti itu mengemuka untuk memperbedakan dari kabinet yang coba-coba, atau kabinet yang berisi profil yang tidak jelas sebab beberapa pertimbangan yang tidak terarah,” tutur Hendrawan.

Lepas dari itu, Hendrawan setuju dengan Jokowi jika beberapa orang kompeten dapat juga datang dari parpol. Hendrawan memandang tidak memerlukan batasan dalam proses rekrutmen menteri.

“Tetapi presiden benar, orang yang kompeten itu berada di partai politik serta berada di non-parpol. Jadi tidak memerlukan demarkasi dalam proses rekrutmen anggota kabinet. Ada orang partai politik yang profesional, ada orang non partai politik yang mempunyai tingkah laku bak politikus,” katanya.

Saran tentang pembentukan kabinet zaken ini awalnya dikatakan Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif. Syafii menjelaskan, kabinet zaken terbagi dalam beberapa pakar serta diijinkan dari politisi. Tetapi, kata Syafii, politisi itu dipastikan oleh Jokowi, tidak dari partai politik.

“Kabinet yang terbagi dalam orang orang pakar, bisa dari partai, tetapi partainya janganlah menyarankan seseorang tetapi sebagian orang, presiden yang memastikan. Jadi presiden lebih berdaulat. Jika tidak, kabinet waktu lalu ini menurut saya banyak bolongnya,” tutur Syafii di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

About admin