Home / Penyelundupan 2 Kg Sabu Dalam Sepatu di Bandara Soetta Terungkap

Penyelundupan 2 Kg Sabu Dalam Sepatu di Bandara Soetta Terungkap

Penyelundupan 2 Kg Sabu Dalam Sepatu di Bandara Soetta Terungkap – Polisi membuka penyelundupan dua kg sabu dengan modus disembunyikan ke sepatu serta sandal. Dalam pengungkapan ini, tiga orang berinisial BA (44), SU (42) serta AM (48) yang bertindak menjadi kurir sabu diputuskan menjadi terduga.

“Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerja bersama dengan Bea Cukai Pusat serta Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) untuk tangkap sasaran operasi (TO),” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto pada wartawan lewat tayangan persnya, Jumat (7/12/2018).

Eko menjelaskan penangkapan itu berlangsung pada Kamis, 8 November 2018 waktu ke-3 terduga tengah meniti penerbangan rute dari Medan ke Lombok serta transit di Bandara Soetta . Saat satu bulan pihaknya meningkatkan penyelidikan sampai pada akhirnya tahu sabu itu punya sindikat Aceh – Medan – Lombok.

“Daerah peredaran sindikat ini ialah Aceh, Medan serta Lombok. Narkoba itu gagasannya dibawa ke-3 aktor ke Lombok. Mereka tertangkap di Terminal 1C. Penyidik waktu itu telah menanti terduga di pintu x-ray,” tutur Eko.

Waktu melalui mesin x-ray, narasi Eko, tampak benda meresahkan di sandal serta sepatu yang digunakan beberapa terduga. Waktu digeledah, ke-2 alas kaki beberapa terduga dijumpai beberapa ratus gr sabu.

“Terduga BA menaruh sabu seberat 600 gr di sepatunya, semasing 300 gr di kanan serta kiri. Terduga SU ikut menaruh sabu seberat 600 gr di sandalnya, semasing 300 gr di kanan serta kiri. Lantas terduga AM menaruh sabu seberat 800 gr di sepatunya, semasing 400 gr (dalam sepatu samping) kanan serta kiri,” jelas Eko.

Eko menjelaskan terduga AM bertindak menjadi pimpinan kurir serta dianya dikontrol seorang berinisial DUL. “Jika sampai di Lombok, AM mengontak DUL untuk bertanya perintah setelah itu, akan dikasih pada siapa sabu itu,” kata Eko.

Beberapa aktor dijaring Masalah 114 ayat 2 juncto Masalah 132 ayat 2 UU RI Nomer 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika dengan intimidasi hukuman mati atau kurungan seumur hidup. Di masalah itu, ditata aktor kejahatan narkoba diganjar hukuman minimum 6 tahun penjara serta sangat lama 20 tahun, dan denda Rp 10 miliar ditambah sepertiga dari hukuman kurungan penjara.

“Subsidair Masalah 112 ayat 2 juncto Masalah 132 ayat 2 UU RI Nomer 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika,” tutup Eko.

About admin