Peringati 91 Tahun Hari Sumpah Pemuda Indonesia

Peringati 91 Tahun Hari Sumpah Pemuda Indonesia – Ceu Popong tercengang kala hadir kegiatan sekolah seseorang cucunya. Pasalnya semuanya kegiatan memakai bahasa asing bukan memakai bahasa Indonesia.

Bekas legislator dari wilayah penentuan Jawa Barat itu tidak sangka bagaimana dapat sekolah cucunya itu sekalipun tak memakai bahasa negaranya sendiri.

” Bukan lantaran saya tak dapat bahasa Inggris, saya dahulu sebelum jadi bagian DPR seseorang guru bahasa Inggris. Saya cuma bingung kenapa sekolahnya memiliki di Indonesia, tetapi dalam kegiatan itu sekalipun tak memakai bahasa Indonesia, ” kata Ceu Popong yang mempunyai nama komplet Popong Otje Djundjunan seperti diambil dari Di antara, Senin (28/10/2019) .

Jadi orang Indonesia, kata Ceu Popong, selayaknya masyarakatnya bangga memakai bahasa sendiri. Bahasa Indonesia mesti diistemewakan dibandingkan bahasa asing yang lain. Tapi bukan bermakna anti pada bahasa asing.

Pada 28 Oktober 2019, bahasa Indonesia pas berumur 91 tahun. Bahasa Indonesia lahir seiring dalam hari lahirnya Sumpah Pemuda.

Kala itu banyak pemuda dari beragam pelosok Nusantara bergabung dalam Kongres Pemuda II serta berikrar buat bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia, berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia, serta junjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Ikrar banyak pemuda itu diketahui dengan nama Sumpah Pemuda.

Kelahiran bahasa Indonesia pun gak terlepas dari ketaksamaan arahan Mohammad Tabrani dengan Mohammad Yamin kala Kongres Pemuda I pada 1926.

Ketika itu Mohammad Yamin ” keukeuh ” mau memakai bahasa Melayu jadi bahasa persatuan. Hendak tapi Tabrani gak sama pendapat, pertimbangannya kalau telah punyai Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia karena itu bahasa yang dimanfaatkan selayaknya pun bahasa Indonesia.

Dalam kolom ” Kebutuhan ” pada harian Hindia Baru pada tanggal 10 Januari 1926, Tabrani menampung tulisan dengan judul ” Kasihan ” . Tulisan itu nampak jadi buah pikiran awal buat memakai nama Bahasa Indonesia.